Sjahrir atau sering dipanggil Bung Sjahrir, Bung Kecil lahir di Padang Panjang, 5 maret 1909. Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dan perjuangan. Dia tumbuh sebagai manusia utuh. Dia menjafi korban orang yang bersikap tak acuh dan membencinta, sekaligus menjadi pujaan banyak orang yang mengagumi dan mencintainya.

Kesan-kesan mengenai pribadi Sutan Sjahrir

1.Sultan HB IX

Dalam suasana revolusi yang senantiasa pebuh semangat perjuangan fisik dan emosional yang meluap-luap, Bung Sjahrir selalu bersikap tenang dan tidak pernah hilang keseimbangannya. Dia memiliki intelekyang jernih, tajam, dan terlatih untuk berpikir.

2.Burhanuddin

Sjahrir adalah seorang yang cerdas, salah satunya terlihat ketika berada dalam perdebatan,. Hal ini sudah dikenal sejak jaman beliau masih sekolah AMS di Bandung.

3. Hamdani (teman sekolah)

Sjahrir mempunyai perawakan kecil, pakaiannya biasa dan duduknya selalu di bangku paling belakang saat di kelas. Ketika belum mengenalnya, ia tampak seperti seorang yang tak mau berkawan,bicara seperlunya dengan sikap sedikit kaku. Namun semua berubah ketika sudah mengenalnya, beliau sosok yang pintar, kritis dan berani serta aktif di berbagai kegiatan terutama kegiatan pergerakan pemuda.

4. Ali Budiardjo

Bung Sjahrir memiliki bakat luar biasa, intelektual cemerlang dan tulus. Sjahrir pandai di segala bidang

5. Mr.Sjarifuddin Prawiranegara

Sjahrir sangat disegani teman-temannya, berani mengemukakan pendapat.

6. TB Simatupang

Sjahrir adalah sosok kontroversial, kritis bahkan sangat kritis terhadap orang lain, baik terhadap teman-teman se zamannya maupu tokoh – tokoh dalam sejarah.

7.Moechtar Lubis

Bung Sjahrir sangat tertarik dalam politik, penggemar sastra dan penyayang.

Setelah penyerahan kedaulatan oleh Belanda, beliau hanya mengamati perkembangan tanpa turun aktif dalam dunia politik lagi.

Beliau wafat 9 April 1966 di Zurich, Swiss. Penilaian yang obyektif sangat diperlukan dan bangsa ini seyogyanya memiliki kedewasaan berpikir dalam menilai kembali kepribadian Sjahrir.

Terima kasih ❤

Sumber: Mengenang Sjahrir


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: