Karya: Buya HAMKA

penerbit:Gema Insani

Cetakan 1 :2017

Halaman : 150

Latar belakang peristiwa di kota Surabaya, Jazuli seorang pemuda Banjar merantau ke Surabaya, bersama dua orang temannya memulai usaha jual beli perhiasan, ternyata usaha tersebut berkembang pesat, melihat kesuksesan di depan mata Jazuli mulai menyingkirkan kedua temannya.

Karena usahanya berkembang pesat, Jazuli mulai mendirikan sebuah hotel, Hotel Sasak. Hotel Sasak dikelola oleh Fauzi, seorang pemuda pintar dan jujur.

Meskipun sudah memiliki banyak bisnis dan tanah, Jazuli mengincar tanah milik pak Yasin. Pak Yasin mendirikan kontrakan rumah petak diatas tanah tersebut. Semua penghuni kontrakan memiliki penghasilan di bawah rata-rata. Itu bukan masalah bagi pak Yasin, karena kontrakan tersebut memang diniatkan untuk membantu sesama. Jika ada yang telat mambayar kontrakan, pak Yasin tak masalah. Ditengah tanah tersebut ada sebuah surau, tujuan pak Yasin mendirikan surau tersebut agar terjalin komunikasi antar penghuni kontrakan, minimal mereka bertemu saat akan sholat berjamaah. Memang suasana kontrakan sangat nyaman, sesama penghuni hidup rukun berdampingan.

Pak Yasin mempunyai seorang cucu bernama Aminah, orang tua Aminah telah lama tiada. Aminah sedari kecil sudah yatim piatu, karakter Aminah mirip sekali dengan kakeknya, pak Yasin, sama-sama memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Fitnah Jazuli

Berbagai cara sudah dilakukan Jazuli, untuk mendapatkan tanah pak Yasin, namun gagal. Jazuli sendiri memiliki penasihat bernama Kadri, berhubung Kadri sangat percaya mahkluk astral(halus) Jazuli yang awalnya tidak percaya pun mulai ikut -ikutan mempercayai hal-hal perdukunan

Meski sudah berkongsi dengan makhluk astral, usahanya untuk menguasai tanah pak Yasin belum membuahkan hasil.

Fauzi bertemu Aminah

Suatu hari Fauzi, karyawan Jazuli, yang mengelola hotel Sasak mampir ke Surau pak Yasin ditengah kepenatan kerja, kunjungan pertama sangat berarti, Fauzi merasakan suasana di surau tersebut istimewa, suasana yang sangat diimpikan selama ini, Kebetulan Fauzi bertemu pak Yasin, meskipun hanya terjalin komunikasi singkat antara dia dan pak Yasin, tapi itu meninggalkan bekas di hati Fauzi, terlebih Fauzi juga bertemu dengan Aminah, Fauzi menyukai Aminah pada pertemuan pertama itu, Aminah yang sederhana justru memikat hatinya.

Karena mendengar semua saran Kadri, meskipun saran yang tak masuk akal, Jazuli memecat Fauzi. Fauzi kaget, namun tak membuatnya patah semangat. Fauzi mulai membuka usaha perkakas anak dan kursus membaca di tanah pak Yasin.

Semakin hari tempat kursusnya semakin ramai, Karena ramai ini pula lah menyebabkan Jazuli tega memfitnah Fauzi, membuat laporan ke polisi Belanda bahwa Jazuli melakukan mufakat jahat untuk menjatuhkan pemerintah. Keramaian saat kursus dijadikan alasan Jazuli. Padahal, niatnya hanya menguasai tanah kontrakan pak Yasin, dia beranggapan jika pak Yasin ditangkap polisi tentu lebih mudah menguasai tanah tersebut.

Persidangan

Tanpa sepengetahuan Jazuli, bawahannya diam-diam mempercepat laporan ke polisi, bawahannya tidak tahu jika hari itu Jazuli datang ke tanah pak Yasin. Maksud hati ingin dipuji oleh majikannya yaitu Jazuli, justru hal fatal yang terjadi.

Pak Yasin, Fauzi, murid kursus membaca, termasuk Jazuli diangkut polisi saat penggerebekan.

Melalui proses persidangan, akhirnya semua dilepaskan karena tidak cukup bukti dan saksi. Apalagi pak Yasin menjelaskan sedari awal Jazuli berniat membeli tanahnya, sayangnya dia tak akan melepas tanah tersebut. Tanah tersebut dibeli dari hasil berjualan soto dengan istrinya, pak Yasin menabung sedikit demi sedikit. Awalnya tanah tersebut dibeli sebagai investasi harta di dunia, namun seiring waktu niat pak Yasin berubah, dia menginginkan agar tanah tersebut menjadi investasi akhiratnya.

Akhir cerita

Selesai urusan persidangan, Fauzi mulai menekuni usaha batik, sedangkan pengelolaan usaha perkakas anak dan kursus membaca diserahkan ke temannya namun tetap dalam pengawasan Fauzi.

Seiring waktu, usaha batiknya sukses, Fauzi pun memberanikan diri melamar Aminah, mereka hidup bahagia. Jazuli sendiri hidup dalam lingkaran dengki, melihat usaha batik Fauzi sukses, ia pun ikut berbisnis batik meskipun hutangnya sudah menggunung dan usaha lain miliknya sudah gulung tikar.


1 Komentar

Ringkasan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Sinopsis) - Dunia Hera · 16 Desember 2021 pada 12:57 pm

[…] Ringkasan Novel “Tuan Direktur” […]

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: