Ini merupakan curahan hati mommy ASF di Facebook sekitar tahun 2018 , curahan hati ini pun sebenarnya telah dihapus namun ada warganet yang berhasil menyimpan postingan tersebut sebelum di hapus oleh pemilik akun.

Berkisah tentang pernikahan, pernikahan tersebut sebenarnya bahagia. Mereka memiliki 4 orang putra dan menunggu putra ke 5 lahir. Kehidupan ekonomi pun lebih dari cukup. Mereka membangun mulai dari nol, berawal jual kartu perdana dll saat mommy ASF dan suami masih kuliah.

Ditengah kebahagiaan, tiba tiba sang suami pergi tanpa kabar, handphone susah dihubungi, hanya bercentang dua namun tak pernah menjadi berwarna biru pertanda telah dibaca.

Beberapa hari kemudian, masuk balasan dari sang suami , jika dia ada tugas kemanusiaan mendadak, setelah itu kembali tak ada kabar. Ketika hari ke 11 sang istri kembali mengirim pesan ke handphone suaminya, hanya bercentang dua. Karena didera rasa gundah, takut terjadi musibah pada sang suami, akhirnya sang istri pun kembali mengirim pesan “aku akan menyusul “.

Pertanyaan itu terjawab

Dalam sekejap, sang suami langsung membalas, jangan sayang, besok aku pulang. Istrinya meminta sang suami mengirimkan foto tiket penerbangan untuk memastikan bahwa apa yang dikatakan sang suami benar.

Tepat hari ke 12 akhirnya sang suami pulang, dijemput di bandara dan sesampainya dirumah langsung disambut anak-anak mereka.

Meski terlihat baik-baik saja namun tersimpan sejuta tanya hati sang istri. “Kemana suaminya pergi selama 12 hari ini? ” “Untuk apa? “

Didorong sejuta tanya, sang istri diam-diam membuka handphone sang suami, dia tercekat terlihat banyak foto sang suami dengan wanita lain, wanita yang tak dikenalnya. Melihat latar belakang foto-foto tersebut, dia langsung mengenali tempat itu, Cappadocia, Turki.

Selama ini, suaminya pernah berjanji akan mengajaknya ke sana, Cappadocia.Suaminya benar ke sana, namun bukan dengannya, suaminya kesana dengan wanita lain.

Akhirnya suaminya pun mengaku telah menikah lagi, itu merupakan acara bulan madu dengan istri mudanya. Pertanyaan”mengapa, ada apa, kemana” suaminya pergi selama 12 hari ini terjawab sudah.

Perpisahan

Putra ke 5 lahir, namun takdir berkata lain, Allah lebih menyayanginya. Bayi kecil itu meninggal saat dilahirkan meski sudah cukup bulan.

Setelah memikirkan matang-matang ,meski sedih, namun mommy ASF tak ingin seperti Layangan Putus, Dia dan ke empat anaknya harus tetap melanjutkan hidup, Dia pun rela melepas sang suami, selanjutnya mommy ASF memutuskan meninggalkan Bali dan menetap di Malang. Setelah sepuluh tahun menjadi ibu rumah tangga , mommy ASF kembali menekuni profesi lamanya, dokter hewan. Dia membuka klinik hewan di Malang.

Meski sakit namun perpisahan tersebut tak boleh melukai anak-anak nya, ke empat anaknya tidak boleh kehilangan sosok ayah, sehingga hubungan komunikasi antara mommy ASF dengan mantan suaminya tetap terjalin baik, semua demi anak-anak.

postingan ini sudah diadaptasi ke dalam miniseri dengan judul sama namun tetap dipoles agar diterima berbagai kalangan. Tingkat kemiripan antara miniseri dan kisah aslinya tidak banyak, contohnya, jika di miniseri dikisahkan sangat kepala keluarga melakukan perselingkuhan namun di kisah sebenarnya bukan perselingkuhan tetapi poligami, mommy ASF tidak menyalahkan poligami, namun beliau tidak sanggup sehingga memilih untuk mundur dan berpisah, keputusan ini diambil setelah berpikir panjang dan menimbang banyak hal.

ps. Mommy ASF singkatan Ammar Swara Firdaus

saat ini ke empat putranya berusia 10,8,6,dan 4 tahun.


1 Komentar

Ringkasan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Sinopsis) - Dunia Hera · 9 Desember 2021 pada 5:35 pm

[…] Ringkasan Layangan Putus […]

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: