Seorang pria dinyatakan bersalah memanah hingga tewas mantan istrinya yang sedang hamil tua.

Ramanodge Unmathallegadoo, 51, masuk ke rumah Devi Muhammad, mantan istrinya. Saat melihat Unmathallegadoo, Devi yang sedang hamil tua segera melarikan diri ke atas, namun mantan suaminya tersebut berhasil memanahnya.

Devi Muhammad, 35, menderita luka dalam yang parah, namun bayi yang dikandungnya bisa diselamatkan melalui operasi caesar.

Jaksa Richard Horwell QC mengatakan bahwa Unmathallegadoo merencanakan aksi pembunuhan tersebut selama lebih dari tiga tahun.

Dia menambahkan: “Itu adalah eksekusi berdarah dingin oleh seorang pria yang bertujuan membalas dendam karena kebencian terhadap mantan istrinya”

Devi dan Imtiaz

Latar belakang insiden

Devi, korban, pernah menikah dengan pelaku di Mauritius, saat itu ia berusia 16 tahun dan pelaku berusia 30 tahun.

Namun hubungan mereka tidak bahagia dan berakhir pada 2012. Aksi kekerasan mewarnai pernikahan mereka, Devi sering tidak diijinkan berkomunikasi dengan siapapun, hal ini membuat dia nekat melompat dari jendela lantai atas tempat tinggal mereka dan insiden ini menyebabkan pergelangan kakinya patah.

Saat itu, Devi mengatakan kepada polisi bahwa Unmathallegadoo sering mengasah pisau sambil menatap tajam ke arahnya, ini membuatnya khawatir. Maka ia pun nekat terjun dari jendela lantai atas tersebut demi menyelamatkan diri.

Perpisahan Unmathallegadoo dan Devi

Saat persidangan tahun 2013, Unmathallegadoo dibebaskan dari tuduhan penyerangan dan percobaan pencekikan berdasarkan Undang-Undang Pelanggaran Terhadap Orang tahun 1861.

Namun, hakim memerintahkan agar Unmathallegadoo menjaga jarak minimal 100 meter dari lingkungan Devi, dilarang menghubungi mantan istrinya tersebut secara langsung serta dilarang mengancam atau mengintimidasi Devi atau ketiga anak mereka.

Kehidupan Devi dan Imtiaz

Setelah perceraiannya, Devi menikahi tukang bangunan, Imtiaz Muhammad dan ia mengubah namanya menjadi Sana Muhammad.

Mereka,Devi dan Imtiaz memiliki dua anak dan mereka sedang menunggu kelahiran putra mereka yang ketiga.

Sementara itu, setelah perceraiannya, Unmathallegadoo kehilangan pekerjaann sebagai manajer di sebuah Rumah Sakit.

kemudian dia membeli dua busur panah secara online dengan harga masing-masing sekitar £ 250, panah tersebut disimpan di dekat rumah mantan istrinya, namun ditemukan oleh seorang tetangga pada Maret 2018.

Kemudian Unmathallegadoo mulai mengatur kembali rencana jahatnya.

Pagi hari tanggal 12 November 2018, Unmathallegadoo bersembunyidi gudang yang ada di kebun dengan membawa dua busur panah, baut, pisau, lakban, pengikat kabel dan palu.

Saat itu, Imtiaz Muhammad yang pergi ke taman , sementara Devi sedang menyiapkan makanan untuk pesta malam itu.

Imtiaz mengatakan bahwa dia sangat terkejut ketika melihat mantan suami Devi tiba-tiba muncul dengan membawa dua busur panah.

Imtiaz pun berteriak agar istrinya berlari keatas untuk menyelamatkan diri, katanya di pengadilan.

Imtiaz terlihat emosional ketika dia menceritakan insiden tersebut.

Imtiaz berpikir ” dia sudah menggunakan satu (anak panah) dan sekarang (anak panah) yang kedua mungkin untukku.

Menurut Unmathallegadoo, dia sebenarnya ingin membidik Imtiaz Muhammad namun aksinya dihalangi oleh Devi. Ia pun mengatakan bahwa panahnya terlepas secara tidak sengaja dan panah tersebut sebenarnya dibeli untuk berburu di Mauritius bersama saudaranya.

Selain itu, alasan Unmathallegadoo mendatangi rumah Imtiaz dan Devi karena khawatir jika putrinya (anak Unmathallegadoo dan Devi) dibesarkan sebagai seorang Muslim.

Tetapi jaksa penuntut berpendapat bahwa rencana utama Unmathallegadoo adalah menahan pasangan itu dan anak-anak mereka atau setidaknya membunuh dua orang dewasa dan anak yang dikandung oleh Devi.

Pada persidangan pertama, seorang juri dibebastugaskan karena terkesan kurang obyektif dalam memberikan pendapat. Menurut juri, Unmathallegadoo menunjukkan indikasi orang dengan gangguan mental, namun pendapat tersebut tidak disertai bukti yang akurat.

Unmathallegadoo ditahan hingga dijatuhi hukuman pada 29 November 2019.

Akhirnya, pada 29 November 2019, Unmathallegadoo dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan jangka waktu minimum 33 tahun sebelum pembebasan bersyarat di London.

Imtiaz sekarang membesarkan 6 orang anak, tiga diantaranya merupakan anak hasil pernikahan Devi dengan Unmathallegadoo. Sedangka

Unmathallegadoo, pelaku, mantan suami Devi
panah yang digunakan untuk menghabisi Devi

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: