Pagi hari yang cerah, Rani anak yang memiliki kulit putih seperti porselen dengan hidung mancung, mata berwarna ungu tua, dan memiliki rambut berwarna coklat tua sepinggang yang dibiarkan terurai akan berangkat ke sekolah.

Dia bertemu ayah ibunya untuk sarapan dan berangkat dengan berjalan kaki. Dia berlari ke sekolah dengan membiarkan rambutnya yang halus tersapu oleh angin.

Sesampainya di sekolah, dia disambut oleh Hana dan Fina.

“Rani, cepetan mau upacara!!!!!!!” , Itu berasal dari Hana yang terlihat panik.

“Iya, cepetan!!!!! Duh, ayo ayo!!!!!!” Fina pun ikut menimpali karena dia juga terlihat panik tingkat tinggi .

“Tunggu……, eeeeeeh!!!!!! Iya iya bentar”, dan Rani pun berlari secepat kilat, bahkan tak ada yang bisa menyainginya. Dia langsung menaruh tasnya, lalu kembali ke lapangan dengan kecepatan yang sama.

“Widih cepet amat, abis makan apa neh?”

“Nggak tahu, udah kebiasaan, kalau kepepet mah kayak gini, Fin. “

“Ya udah, Fina, Rani yok ke lapangan” ajak Hana
“Okeh!” ucap mereka berdua.

Upacara berlangsung dengan khidmat meskipun masih ada beberapa orang yang berbicara pelan sekali seperti berbisik.

Lalu saat upacara hampir selesai…..


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: