Pengaruh Gegar Budaya Terhadap Remaja

Pengaruh Gegar Budaya Terhadap Remaja

Sekitar sebulan yang lalu, putri saya bercerita bahwa ada grup k-pop yang lagi nge-hitz. Grup itu namanya Black pink dengan lagunya DU, DDU-DU. Beradasarkan cerita putri saya dan untuk mengobati rasa penasarannya. Akhirnya kami ( saya, si sulung dan si bungsu ) mencari informasi di google.  Taraaa…. betapa kaget kami ( karena kami bukan penggemar k-pop ), ternyata blackpink adalah  girl band yang berisi empat orang dewasa dengan berpenampilan “tak biasa”.   

Dan girl band ini semakin akrab di mata masyarakat Indonesia ketika di dapuk menjadi bintang iklan  Toko Belanja Online.

Dari data  https:// www.idntimes.com  black pink masih menjadi band k-pop teratas yang digilai fans indonesia. Dan Menurut pengamatan saya. Fans grup band k-pop  pada umumnya anak-anak dan remaja.  Bayang kan anak – anak dan remaja!! Usia – usia rawan. Mengapa? karena pada rentang usia tersebut adalah masa mencari identitas. Mencari sosok idola. Dan sangat disayangkan kalau gaya mereka dimirip-miripkan dengan girlband idolanya.

Saya iseng berselancar mencari informasi tentang blackpink pagi ini..( lagii ). 😂Taraaa… ternyata girlband ini akan konser di Jakarta. Dan itu tak lama lagi. 

Melihat gegar budaya yang sangat masif. Sedangkan Black pink hanya contoh kecil saja. Sebagai ibu dari seorang remaja putri, kekhawatiran saya sangat beralasan.  Namun saya memilih menjadi temannya. Teman dalam arti saya menjadi satu-satunya rujukan bila dia penasaran terhadap suatu hal. Kami akan mencari tahu bersama -sama.

Mengapa saya begitu ? karena pada usia remaja, semakin dilarang semakin penasaran. Saya tahu karena saya pernah remaja. Sedangkan mereka akan marah bila dilarang karena mereka belum pernah menjadi ibu. Saya memaklumi sikap mereka. Dan mereka tak tahu, kekhawatiran para ibu karena menyayanginya.

Terima kasih 😘❤

Tinggalkan Balasan