Mengapa pesohor Nafa Urbach begitu marah ketika putrinya dipanggil “loli” oleh netizen?

Mengapa pesohor Nafa Urbach begitu marah ketika putrinya dipanggil “loli” oleh netizen?

Sekarang sebelum memulai opini saya, kita harus mengingat ke belakang peristiwa setahun yang lalu, dimana ada seorang pesohor indonesia begitu marah ketika putrinya dipanggil “loli”oleh seorang netizen. Hal tersebut diketahui ketika dia membaca kolom komentar instagramnya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya,”kok, dipanggil “loli” saja marah?  sebenarnya itu awal dari kecurigaan sang ibu karena selanjutnya sang pelaku mengirimkan direct message ( DM ) gambar-gambar tak senonoh  ke akun instagramnya. Maka lengkaplah kecurigaan sang ibu. Selanjutnya hal tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian . Yang paling mengerikan, pelaku masih berusia belasan tahun.

Menurut saya bila ada seseorang yang tak di kenal memanggil anak di bawah umur “loli”  patut dicurigai.  Dan wajar bila sang ibu ( pesohor tersebut ) marah. Karena istilah tersebut dari kata lolita. Nama tokoh di karya Vladimir Nabokov “lolita” ( 1955 ). Lolita adalah anak di bawah umur bertubuh mungil yang digilai oleh ayah tirinya, seorang profesor paruh baya,  sejak saat itu panggilan lolita  ( loli ) sering disematkan untuk anak dibawah umur bertubuh mungil yang menjadi obsesi pria dewasa.

Banyak juga yang menyangkutkan hal tersebut dengan istilah lolicon, lolita complex, yaitu seseorang  yang menyukai suatu karakter yang menyerupai anak-anak dibawah umur dan tentu mempunyai penampilan yang manis. Dan istilah ini banyak digunakan oleh anime lover.

Tetapi bagi saya hanya beda tipis apapun istilahnya, karena seorang pria dewasa yang tergila – gila pada anak dibawah umur meskipun dengan alasan ” lucu ajah “ patut dipertanyakan. Karena kita tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka.

Dan lagi – lagi seorang ibulah yang harus jeli menangkap kejadian -kejadian disekitar anak – anaknya. Jangan pernah  mengatakan ” ΓΆhhhh,  cuma gitu doang…cuma dipanggil loli ajah .”  karena orang -orang seperti mereka “bekerja”  ketika ada kesempatan.

Terima kasih❀

Tinggalkan Balasan