Roti tawar sudah seperti makanan pokok bagi sebagian orang sehingga sudah sewajarnya banyak yang ingin bisa

Roti tawar sudah seperti makanan pokok bagi sebagian orang sehingga sudah sewajarnya banyak yang ingin bisa membuat sendiri. Saya sendiri sudah lama ingin bisa membuat roti tawar, namun apa daya karena saya baru membeli loyang roti tawar sehingga saya baru mempraktekkan berbagai resep roti tawar sekarang. saya menemukan resep roti tawar yang pas menurut versi saya Setelah trial error aneka resep roti tawar yang bertebaran di dunia maya.

Berdasarkan trial error tersebut, saya jadi mengetahui mengapa roti tawar harus menggunakan tepung protein tinggi seperti cakra kembar. Ternyata tepung protein tinggi bila sudah kalis tidak mudah patah saat proofing terakhir di loyang roti tawar. Maklum saat proofing terakhir, roti harus berkembang ekstra karena tingginya loyang roti tawar.

Tepung protein sedang

Saya juga sudah pernah membuat roti tawar dengan menggunakan tepung protein sedang namun pada saat proofing terakhir terjadi patahan antar seratnya padahal adonan roti sudah saya mixer sekitar 10 menit. Awalnya saya mengira apa saya terlalu lama nge-mixer nya sehingga trial ke 2 saya memixer hanya 7 menit dan trial ke 3 saya nge-mixer sampai 15 menit. Ternyata hasilnya tetap sama. Namun kelebihan menggunakan protein sedang menurut saya sih tekstur rotinya lebih lembut meskipun agak lengket di gigi. Dannnnn proofingnya tidak bisa setinggi bila saya menggunakan tepung protein tinggi.

Penggunaan mentega putih pun pernah dicoba dalam resep roti tawar saya, menurut saya sih, bagian kulitnya terasa lebih crispy dan teksturnya lebih kencang.

Garam

Untuk takaran garam, ada resep yang menyarankan agar menggunakan takaran garam ekstra supaya lebih gurih, dannn ternyata menghasilkan adonan yang kurang mengembang alias proofing akhirnya kurang sempurna padahal proofing awalnya (sebelum ditambahkan garam) sangat bagus.

Saya juga pernah mencoba membuat roti tawar tanpa telur dan roti tawarnya pun jadi. Hanya saja tidak selembut bila menggunakan telur.

Susu UHT full cream

Trial ke sekian, saya mencoba menggunakan susu uht full cream putih dingin (100%), hasilnya lembut sekali namun rotinya rapuh alias letoy apalagi celah cooling rack saya besar.

Oh iya Pemakaian susu uht ini bisa mengantikan pemakaian pelembut kue.

Penggunaan air hangat sebagai campuran saat pembuatan roti membuat ragi nya bekerja tidak maksimal, karena adonan roti akan di mixer lumayan lama sehingga menaikkan suhu roti dan suhu yang terlalu hangat bisa mematikan ragi, setelah saya pegang memang adonan tersebut terasa hangat setelah di mixer. Jadi, menurut saya menggunakan air atau susu dingin yang paling tepat.

Resep roti tawar hasil trial error

Setelah sekian kali trial error akhirnya saya menemukan roti tawar yang pas menurut versi saya. Saya menggunakan tepung protein tinggi yang saya mix dengan sedikit tepung protein sedang, ragi instan telur, gula, margarin, susu bubuk, dan pelembut kue (optional ya) dan bila ingin roti berwarna agar terlihat cantik, sebaiknya pewarna dicampurkan diawal mulai ngemixer karena apabila sudah berupa adonan mencampurnya memerlukan tenaga ekstra.

Bagaimana resepnya?

Resep untuk 2 loyang ukuran 15×20:

Bahan A:

550 gr tepung protein tinggi

100 gr tepung protein sedang

10 gr ragi instan

2 butir telur ayam

75 gr gula pasir

1 bungkus vanili bubuk

40 gr susu bubuk

3-4 gr pelembut kue (optional, jangan terlalu banyak karena akan terasa pahit)

Pewarna makanan (1-2tetes)

Bahan B:

Air dingin secukupnya

Bahan C:

80 gr margarin

5-6 gr garam

Loyang ukuran 15x12x12

Caranya?

Caranya:

  1. Mixer bahan A hingga tercampur rata, saya menggunakan hand mixer kecepatan rendah
  2. Masukkan bahan B (air dingin) secukupnya jangan sampai lembek karena penambahan bahan C akan membuat adonan lembek
  3. Tambahkan bahan C, mixer sampai kalis. Bila adonan dipegang hangat segera matikan hand mixer, uleni manual dengan menggunakan tangan sampai kalis.
  4. Bulatkan kemudian tutup dengan cling wrap/kain sekitar 10-15menit
  5. Kempiskan, bagi menjadi 4 (@295-300gr)
  6. Diamkan lagi selama 10 menit
  7. Gilas, balik permukaan nya gilas lagi untuk membuang udara yang terperangkap dalam adonan. Kemudian gulung. Ingat lebar gilasan disesuaikan ukuran loyang ya.
  8. Masukkan loyang, proofing sampai 90-95% tinggi loyang kemudian tutup loyangnya. Oh iya ketika proofing sudah mencapai 50-60% dari tinggi loyang, kalian bisa mulai memanaskan oven. Waktu proofing sekitar 45-60 menit, tergantung cuaca ya.
  9. Saya menggunakan oven gas. Panaskan menggunakan sekitar 15 menit sampai suhu 200°C
  10. Panggang sekitar 30 menit,tapi bila menyukai yang kulit roti gosong bisa menambahkan 5 menit lagi.
  11. Bila suka bisa mengoles butter setelah roti matang namun khusus roti tawar saya lebih suka kulit yang kering.

Berulang kali trial error, saya lupa membuat dokumentasi karena agak sedikit kecewa akan hasilnya yang kurang maksimal.

Namun untuk trial yang terakhir (resep diatas) , saya mendokumentasikannya.

Semoga bermanfaat yaaaa

Ig.hari_hari_hera


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berulang kali trial error, saya lupa membuat dokumentasi karena agak sedikit kecewa akan hasilnya yang kurang maksimal.
%d blogger menyukai ini: