Pada suatu hari, di hutan hitam, Sarah dan teman-temannya menemukan batu yang bergambar persahabatan antarnegeri, jembatan berumur lebih dari 1000 tahun, dan juga melihat kucing iblis dan kucing peri yang terlihat akrab. Sarah keluar dari semak-semak
“Siapa kau?!” tanya kucing iblis.

“Aku Sarah dan ini teman-temanku, Nina, Gina, Rani, Roni, dan Doni” jawab Sarah.

“Bisakah kalian membantu mendamaikan negeri kami? ” tanya kucing peri .
“Dengan senang hati, kami akan membantu kalian !” Jawab Rani.

Di istana iblis…
“Yang mulia, saya mohon, Anda bisa berdamai dengan negeri peri” kata Sarah.
“Saya ingin, tapi.. apakah mereka mau memaafkan kami?” tanya Raja kucing iblis.
“Baik Yang Mulia, kita tunggu jawabannya, temanku sedang berbicara tentang perdamaian ini dengan Raja kucing peri !” ujar Sarah.
Di istana peri…
“Apakah Anda ingin berdamai dengan negeri iblis, Yang Mulia ?” tanya Gina.
“Baiklah, kami mau, aku dan rakyatku sudah lelah bermusuhan !” Jawab Raja kucing peri.
“Hore!!!” teriak Gina.

Di jembatan…

Akhirnya, Raja kucing iblis dan peri pun berdamai. Mereka bersumpah:
“Kami negeri kucing iblis dan peri akan berdamai selamanya!”
Sorakan rakyat negeri kucing iblis dan kucing peri pun terdengar bergemuruh.

Tamat


2 Komentar

alphazicr · 7 Mei 2020 pada 1:28 pm

i like it aku suka ceritanya bagus 🙂

Halofaiz · 7 Mei 2020 pada 1:34 pm

Bagus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: