Seni Memimpin Ala SBY

Karya : Dr. Dino Patti Djalal

jumlah halaman: 434

Bab 1 Memimpin Saat Krisis

Ketika terjadi tsunami di Aceh, 26 Desember 2004, SBY beserta rombongan sedang berada di Nabire, Papua dalam rangka menyerahkan bantuan akibat gempa yang terjadi disana, setelah bermalam di tenda pengungsian, pak SBY beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Jayapura, merayakan Natal bersama warga Jayapura. Saat itu info mengenai Aceh diterjang tsunami masih samar-samar diterima rombongan presiden, ini semua akibat matinya saluran komunikasi di Aceh karena diterjang tsunami dahsyat.

Demi memastikan berita yang samar-samar tersebut, SBY beserta rombongan memutuskan datang langsung ke lokasi bencana. Setibanya di Aceh SBY banyak mengambil keputusan penting mengenai penangan bencana, kelak berbagai keputusan ini sangat membantu percepatan pemulihan bencana yang menewaskan sekitar 200.000 warga Aceh dan ratusan ribu pengungsi.

Aceh saat tsunami, 26 Desember 2004 (sumber: Harus Bisa, Dino Patti Djalal)
Pak SBY ada saat Aceh tertimpa bencana Tsunami (sumber: Harus Bisa, Dino Patti Djalal)

Bab 2 Merespon Masalah secara Real Time

Pada bab ini membahas tentang peristiwa 19 Februari 2005, dimana 2 wartawan Metro TV diculik di Irak saat melakukan perjalanan dari Amman, Yordania menuju Baghdad, Irak. Pak SBY selalu presiden menjalankan tugas untuk melindungi warga negaranya, Dengan berbagai upaya akhirnya dua orang yang disandera tersebut, Budianto dan Meutya Hafid dibebaskan dengan selamat.

Setiap masalah ada jalan keluarnya, setiap konflik ada solusinya, setiap krisis mengandung peluang.”(Presiden SBY)

Bab 3 Merubah Krisis menjadi Peluang

Bencana Aceh membawa hikmah, Sebulan setelah tsunami pak SBY menjadikan saat yang tepat untuk rekonsiliasi antara pemerintah Republik Indonesia dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka), konflik berkepanjangan selama 30 tahun berujung damai meski saat proses perundingan begitu banyak pihak yang skeptis, namun setelah 30 tahun akhirnya GAM kembali ke pangkuan NKRI.Cuplikan percakapan pak SBY dengan Seskab Sudi Silalahi saat kedatangan SBY pada peringatan setahun tsunami Aceh.

SBY: “Pak Sudi, dari pertemuan yang baru saja berlangsung, tahu yang sekarang ada dan dulu tidak ada? “

Sudi:”Apa Pak? “

SBY: “Trust… “

Proses kembalinya GAM ke NKRI ( sumber: Harus Bisa, Dino Patti Djalal)

Bab 4 Thingking Outside The Box

Pak SBY memiliki cara berpikir diluar kelaziman_thingking out of the box. Cara berpikir ini tampak saat pak SBY mengambil keputusan strategis penangan bencana tsunami Aceh, selain mbentuk satkorlak( satuan koordinasi pelaksana), meminta masyarakat saling membantu sesama anak bangsa dan yang terpenting kebijakan Open Sky Policy untuk bencana Aceh dan Nias, dimana Indonesia menerima bantuan dari luar dalam penanganan tsunami Aceh dan Nias.

Cara berpikir thingking out of the box merupakan kunci sukses SBY mempercepat proses pemulihan Aceh pasca tsunami 26 Desember 2004.

Bab 5 Pemimpin harus Berani Mengambil Resiko

keputusan tidak populer pak SBY menurunkan subsidi dan menaikkan harga BBM, begitu banyak demonstrasi menolak kebijakan ini namun SBY tak goyah setelah menimbang baik buruk atas kebijakan tersebut. Meski subsidi turun dan harga minyak naik, SBY memberikan kompensasi BLT kepada masyarakat miskin atau setengah miskin ( near poor).

Meski banyak penolakan, ternyata kebijakan ini mampu memperkuat nilai rupiah.

Bab 6 Do The Right Thing

Pada 2007 marak penculikan anak, salah satunya Raisya, putri eksekutif HIPMI, kasus penculikan ini mendapat perhatian dari pak SBY, Raisya berhasil kembali ke pangkuan keluarga dengan selamat.

Bab 7-Bab 37 Berisi berbagai macam kebijakan beliau, strategi beliau dalam memimpin Indonesia

Bab 38 Memimpin dengan Menghormati Waktu

Pak SBY adalah pribadi yang disiplin dan selalu datang tepat waktu di berbagai acara.

Jika anda dijadwalkan bertemu beliau jam 10 pagi, maka sebaiknya anda datang 30 menit sebelumnya karena Pak SBY biasanya sudah siap dikantornya 15 menit sebelumnya.

Ketika ada acara A1 Grand prix championship di Sentul, berhubung tol jagorawi macet parah, demi membuka acara tepat waktu SBY rela menumpang di motor pengawalan presiden.

Banyak yang mengira atraksi tersebut merupakan bagian dari acara padahal bukan itu, hal tersebut dilakukan demi membuka acara tepat waktu.

Bab 39 Be Yourself

Sejak semula SBY selalu menjadi diri sendiri, maka tak heran SBY menjadi negarawan. Ternyata tokoh terkenal dunia selalu menjadi diri sendiri seperti Jonichiro Koizumi, Tony Blair, dll.

SBY memiliki hobi menggubah lagu, bermain musik dan bernyanyi selain olahraga. Hobi tersebut bagian stress release atau menjernihkan pikiran sebelum disibukkan kembali dengan berbagai agenda beliau sebagai negarawan.

Bab 40 Jangan Mendewakan Kekuasaan

Keberhasilan SBY menciptakan perdamaian di Aceh membuat beliau menjadi salah satu kandidat penerima Nobel meski akhirnya Nobel dimenangkan oleh Muhammad Yunus, SBY tampak biasa saja, tak sedikitpun kecewa karena baginya kemenangan sesungguhnya adalah ketika Aceh kembali damai.

Bab 41 A Leader Must be Strong (Bermental Tangguh)

SBY selalu terlihat prima diberbagai acara, baik nasional, regional, ataupun internasional. Tak pernah sekalipun beliau tampak tertidur ketika menghadiri banyak acara.

sumber: Harus Bisa, Dino Patti Djalal


3 Komentar

Buya Hamka menurut Rusydi Hamka - Dunia Hera · 5 Februari 2022 pada 9:05 pm

[…] HARUS BISA! […]

Ringkasan "Ketika Cinta Bertasbih" - Dunia Hera · 5 Februari 2022 pada 9:30 pm

[…] HARUS BISA! […]

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: