Buya Hamka pernah diundang ceramah oleh Dewan Kesenian Jakarta du Taman Ismail Marzuki, Cikini Raya73, Jakarta, pada tahun 1969. Dalam duskusi, beliau antara lain ditanya tentang dua hal.

Pertama, tentang pendapatnya terhadap pelarangan buku Pramoedya Ananta Toer. Kedua, tentang bagaimana sikapnya terhadap Pramoedya yang menghancurkan nama baiknya beberapa tahun di Lentera/Bintang Timur, yang berlanjut dengan fitbah politik berkomplot membunuh Presiden dan Menteri Agama, sehingga masuk tahanan 28 bulan lamanya, tanpa proses pengadilan.

Mengenai pertanyaan pertama, Buya Hamka menjawab bahwa beliau tidak pernah setuju pelarangan buku Pramoedya karena filsafat hidup beliau adalah cinta. Kalau tidak suka isi sebuah buku, janganlah bukj itu dilarang tapi tandingi dengan menulis buku pula. Mengenai pelarangan pemerintah Demokrasi Terpimpin terhadap buku-bukuny, bersama dengan buku – buku pengarang non-PKI, yang Lekra/PKI menyatakan menyetujuinya, termasuk Pramoedya, Buya Hamka Memaafkannya.

Tentang pertanyaan kedua, yaitu penghancuran nama baiknya yang berlanjut dengan penangkapan dan penahanan atas tuduhan yersebut. Buya Hamka menyatakan bahwa untuk semua yang terlibat dalam hal ini, beliau sudah memaafkan pula.

Hadirin di teater Arena TIM terdiam hening, mendengar keikhlasan yang memancar dari ycapan sastrawan dan ulama besar ini. Banyak yang menitikkan air mata, termasuk novelis Iwan Simatupang.

Buya yang sudah disakiti bertahun-tahun itu, termasuk anak istri dan keluarganya, tidak menganjurkan untuk membalas dendam. Masyaallah, betapa mulia hati beliau.

Terima kasih ❤

Ig. hari_hari_hera

Sumber : Ayah-Irfan Hamka


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: