Belajar Jualan untuk Para Insinyur Rumah Tangga

Belajar Jualan untuk Para IRt ( insinyur rumah tangga )

Sudah sebulan ini saya sibuk mondar – mandir ambil dan antar barang dagangan. Saya melakukan itu semua bukan karena kerjaan saya kurang banyak ( tiap hari saya sudah sibuk mondar- mandir antar jemput kedua putri saya,pokoknya kayak setrikaan deh ).  Tetapi karena saya mau ada perubahan saja, biar lebih berwarna. Hal pertama yang saya lakukan adalah meminta ijin kepada suami ( ini yang paling penting, sukses istri tergantung ridho suami ) tentang niat saya ingin berjualan (dan tentu dengan alasannya).  Langsung mendapat lampu hijau darinya, tapiiii ketika saya mengobrol sama adik saya tentang niat berjualan ini. Adik saya langsung tertawa. Kenapa? karena dia tahu saya sudah sibuk mondar-mandir ngurusi tetek bengek tapi kok ya masih mau berjualan. Dia cuma ngomong “lu yakin mbak Hera?” “Äpa gak capek banget?” sayapun menjawab “bismillah, doa in ya.”

Kenapa saya tertarik untuk berjualan? karena saya melihat teman-teman yang sibuk menawarkan dagangan dimanapun dan kapan pun. Terutama di grup whatsapp (WA) ( orangnya ya itu-itu juga sih hahaha ). Selain itu, kebetulan sepanjang perjalanan  saya sering melihat produk-produk tak biasa yang menurut feeling saya ” kayaknya bakal banyak yang beli nih.”  “Taraaaaa bener ada yang beli hehehë.”  Yang penting barangnya harus berbeda dengan barang yang ditawarkan teman satu grup WA. Bukan apa-apa, ini tentang etika berdagang saja.

Dari tiga orang teman gaul yang kebetulan satu grup WA dan berjualan pula. Saya menanyakan alasan mereka berjualan selain untuk menambah uang jajan (tentunya hehehe). Alasan mereka sih bermacam -macam.  Tetapi yang pasti memperluas pertemanan dan mengisi waktu. Kebetulan anak-anak sudah pada besar daripada waktu dihabiskan untuk tiduran melulu atau lebih parahnya bergosip, lebih baik waktu digunakan untuk berjualan. Cara mengisi waktu yang bagus kan:-)

Sebenarnya untung dari berjualan metode ini kecil sekali, tapi terkadang bagi ibu rumah tangga seperti kami semua tidak melulu soal uang melainkan untuk mencari hiburan ditengah penat mengurus rumah tangga. Kadang  per item untungnya hanya seribu rupiah namun rasa bahagia tidak dapat diukur dengan uang.

Ada yang bertanya, kenapa tidak menghibur diri dengan menonton film?Nonton film? itupun sudah dilakukan. Tetapi menonton film kan hanya komunikasi satu arah karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, butuh bergaul maka membutuhkan komunikasi dua arah. Meskipun hanya lewat media sosial. Toh nantinya pada saat penyerahan barang kami bertemu, walaupun hanya sekedar basa-basi. Kecanggihan teknologi harus dimanfaatkan, bukankah ibu rumah tangga jago dengan ilmu “memanfaatkan” dalam arti positif. Misal : memanfaatkan uang belanja agar pas untuk keperluan rumah tangga hahaha.

Saat ini saya sangat menikmati aktifitas saya, saya merasa bahagia, apapun komentar orang tentang aktifitas saya, selama saya tetap dengan etika berjualan yang benar, saya tak ambil pusing. Karena Ibu rumah tangga harus kreatif dan produktif dalam mengisi waktu. Bukankah bahagia itu sederhana? Dan ini cara saya memperoleh bahagia yang sederhana itu. Ganbatte para IRt(insinyur rumah tangga.😘

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan