Apa yang menjadi pertimbangan perempuan ketika membeli ( memilih ) rumah?

Apa yang menjadi pertimbangan perempuan  ketika membeli ( memilih ) rumah?

Sekitar dua belas tahun yang lalu, saat dimana saya mencari rumah untuk dijadikan tempat tinggal, saya berkeliling dari satu perumahan ke perumahan yang lain. Mulai dari permata bintaro, citra gran, citra indah  dan masih banyak lagi. Semua perumahan yang saya datangi harus mempunyai developer yang jelas ( saya tak mau repot tentang surat-menyurat kepemilikan alias bebas tanah sengketa ) , akses jalan yang bagus alias strategis, dekat tempat pelayanan publik, posisi rumah menghadap ke arah selain barat dan yang paling penting harga rumah sesuai kantong alias budget heheheπŸ˜‚.

Mungkin saya agak ribet dalam memilih tempat tinggal. Begitu banyak pertimbangannya tetapi saya tidak tahu ” apakah perempuan lain memiliki alasan serumit saya dalam memilih tempat tinggal ?” Maka dari itu saya menanyakannya kepada para perempuan di sekitar saya untuk mencari tahu. Seperti biasa, saya mengajukan pertanyaan sederhana untuk dicatat kemudian nanti saya simpulkan, metode seperti ini saya menyebutnya survei metode emak-emak. Saya ingin menyajikan sesuatu yang mudah di cerna tanpa harus berpikir keras.😊

Apakah yang menjadi pertimbangan perempuan dalam membeli ( memilih ) rumah?”   Saya mengajukan pertanyaan tersebut kepada empat teman saya.

1.Teman 1 :  Harga sesuai budget, Surat menyurat kepemilikan, bebas banjir, sumber air nya bagus (jernih), feeling.

2.Teman 2 : Harga sesuai budget, developer jelas, feeling.

3.Teman 3: Harga sesuai budget, akses jalan,

4.Teman 4:Harga sesuai budget, akses jalan, dekat tempat pelayanan publik

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan “Harga sesuai budget “adalah pertimbangan utama dalam memilih rumah karena ini berkaitan posisi perempuan ( istri ) yang ( mayoritas ) sebagai ” manajer keuangan rumah tangga.” Berkaitan dengan hal tersebut menurut Safir Senduk ( dari bukunya yang pernah saya baca ) ” sebaiknya cicilan/hutang jangka panjang tidak boleh lebih dari 30% pendapatan.”

Sedangkan pertimbangan lain yang perlu dicatat sebagai masukan para perempuan yang masih proses mencari rumah  adalah surat-menyurat kepemilikan (developer jelas) , bebas banjir, akses jalan, dekat tempat pelayanan publik, sumber air dan yang paling penting adalah feeling.  Karena mencari rumah itu seperti mencari jodoh atau kata orang jodoh-jodohan lah. Maka tak heran banyak perempuan yang bila ditanya alasan mereka memilih rumah jawabnya : “gak tahu ya, kayaknya berasa cocok aja.”😊

“Bagimana dengan kalian?”

“Apakah juga memiliki banyak pertimbangan ketika memilih rumah seperti saya dan keempat teman saya ?”πŸ˜‰

Terima kasih

Tinggalkan Balasan