Mengapa Banyak Makanan Ringan Jaman Dulu (jadul) Masih Bertahan? Ini Penyebabnya-Survei ala Dunia Hera 2019

Apa jajanan favoritmu semasa Sekolah Dasar (SD) ?

Jajanan favorit saya saat SD adalah segala macam makanan ringan atau sering disebut chiki-chikian. Mulai dari Taro, Chiki Balls, Anak Emas, Krip-krip, Mamie, Cheetoz, JetZ dan masih banyak lagi. Kebetulan orangtua saya tidak pernah melarang. Mereka hanya mengingatkan “jangan sering-sering” (memakannya).

Tetapi beberapa teman saya sangat menyukai gorengan seperti singkong goreng, ubi goreng , bakwan dan sejenisnya.

Minggu ini, ketika pergi ke minimarket, saya masih sering melihat beberapa merk makanan ringan semasa SD. Sejujurnya saya heran, mengapa makanan ini bisa bertahan begitu lama. Namun menurut teori ekonomi, ada supply pastilah karena ada demand.

Demand atau Permintaan??…Siapa Mereka?.. salah satu nya pastilah mereka anak-anak berseragam merah putih alias anak SD.

Berdasarkan pemikiran tersebut, saya melakukan survei sederhana kepada 16 anak SD. Survei tersebut berisi pertanyaan “Apakah Jajanan Favorit mereka ?”

Berikut hasil surveinya:

Dari Hasil survei terlihat :

Peringkat 1 : Chiki-chikian (43,8%)

Peringkat 2 : Gorengan (31,3%)

Peringkar 3 : Mi instan ( 18,8%)

Peringkat 4 : Minuman kemasan (sisanya)

Berdasarkan hasil survei tersebut terlihat jelas mengapa produk chiki-chikian dapat bertahan sekian lama. Ternyata produk itu paling digemari anak- anak. Belum lagi pangsa pasar dari orang dewasa. Maka jangan heran, bila kalian pergi ke minimarket masih banyak merk makanan ringan dari jaman Baheula (lampau) yang bertengger di rak.

Selain itu, wajar bila iklan makanan ringan selalu melibatkan peran anak-anak atau minimal bernuansa anak-anak. Karena memang mereka lah pangsa pasar terbesar. Bahkan untuk mengikuti perkembangan, para produsen makanan ringan menambah varian rasa makanannya seperti rasa barbeque, pizza, dan lain-lain.

Mengapa varian rasa makanan perlu dikembangkan? karena begitu menjamurnya resto cepat saji atau makanan ringan asing yang menawarkan rasa baru bagi lidah anak-anak Indonesia.

Dan menurut saya, ini adalah salah satu strategi produsen agar produk makanan ringan mereka tidak ditinggalkan konsumen.

Namun sebagai catatan, ini adalah survei sederhana ala Dunia Hera. Yang dibuat berdasarkan sudut pandang saya. Bagaimana menurut kalian?

Terima kasih ❤

Tinggalkan Balasan